Di Usia 102 Tahun, Pasien Kami Kembali Berjalan Setelah Operasi Pinggul di Sunway Medical Centre

05/06/2026


Bagi banyak keluarga, melihat orang tua terjatuh di usia lanjut adalah momen yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi ketika cedera yang dialami bukan sekadar memar, tetapi patah tulang pinggul yang dapat mengubah kualitas hidup seseorang dalam waktu singkat.

Namun, kisah seorang pasien berusia 102 tahun yang akrab disapa “Popo” menjadi pengingat bahwa usia lanjut bukan berarti harapan untuk pulih harus berhenti. Setelah mengalami cedera pinggul akibat terjatuh di rumah, Popo berhasil menjalani operasi di Sunway Medical Centre, Sunway City, Kuala Lumpur, dan kembali berdiri serta berjalan dengan bantuan dalam waktu 48 jam setelah operasi.

Bagi tim medis kami, kisah ini bukan hanya tentang keberhasilan sebuah prosedur bedah. Ini adalah tentang penanganan yang cepat, keputusan klinis yang tepat, kerja sama multidisiplin, dan dukungan keluarga yang luar biasa.

Popo: Lansia 102 Tahun yang Masih Aktif dan Mandiri

Sebelum terjatuh, Popo dikenal sebagai sosok yang aktif, mandiri, dan masih sangat waspada. Di usia 102 tahun, ia masih dapat menjalani aktivitas sehari-hari, berkomunikasi dengan baik, serta terlibat dalam kehidupan keluarga.

Menurut keluarganya, Popo masih membantu mengurus kegiatan keluarga, termasuk hal-hal kecil dalam bisnis keluarga. Kondisi mentalnya juga tetap baik, tanpa tanda-tanda penurunan daya ingat yang berat. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pilihan perawatan terbaik untuknya.

Ketika Popo mengalami jatuh di rumah dan tidak dapat berdiri atau berjalan, keluarganya segera membawanya ke Unit Gawat Darurat Sunway Medical Centre. Pemeriksaan medis kemudian menunjukkan bahwa Popo mengalami neck of femur fracture, yaitu patah tulang pada bagian leher femur di area pinggul.

Pada lansia, cedera seperti ini sering kali berkaitan dengan tulang yang semakin rapuh akibat osteoporosis. Bahkan jatuh ringan dapat menyebabkan patah tulang serius. Jika tidak ditangani dengan cepat, pasien berisiko mengalami penurunan kondisi kesehatan karena terlalu lama berbaring, seperti infeksi paru-paru, luka tekan, kelemahan otot, hingga hilangnya kemampuan berjalan.

Ditangani Melalui Fracture Liaison Service

Kasus Popo segera ditangani melalui Fracture Liaison Service di Sunway Medical Centre, yaitu pendekatan perawatan multidisiplin untuk pasien lansia dengan patah tulang. Pendekatan ini melibatkan dokter spesialis ortopedi, geriatri, anestesi, rehabilitasi, fisioterapi, dan tim pendukung lainnya.

Penanganan Popo dipimpin oleh Dr Jeffrey Jaya Raj, Consultant Orthopaedic, Hip and Knee Arthroplasty & Trauma Surgeon di Sunway Medical Centre. Bersama tim medis, Dr Jeffrey mengevaluasi kondisi Popo secara menyeluruh sebelum tindakan dilakukan.

Dalam kasus lansia berusia 102 tahun, keputusan untuk melakukan operasi tentu harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati. Tim medis menilai kondisi jantung, paru-paru, tekanan darah, risiko anestesi, serta kemampuan Popo untuk kembali bergerak setelah tindakan. Keluarga juga dilibatkan dalam proses diskusi agar mereka memahami manfaat dan risiko yang ada.

Setelah evaluasi menyeluruh, tim medis menilai bahwa manfaat operasi lebih besar dibandingkan risikonya. Tujuan utamanya adalah membantu Popo kembali bergerak secepat mungkin dan mencegah komplikasi akibat tirah baring terlalu lama.

Operasi dalam 24 Jam untuk Membantu Pemulihan Lebih Cepat

Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak masuk rumah sakit, Popo menjalani prosedur bipolar hemiarthroplasty, yaitu operasi penggantian sebagian sendi pinggul. Prosedur ini dipilih karena sesuai dengan kondisi cedera dan usia pasien, dengan tujuan mengurangi waktu operasi serta meminimalkan risiko komplikasi.

Operasi dilakukan dengan pendekatan anestesi regional dan spinal, sehingga pasien tidak memerlukan anestesi umum. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko tertentu pada pasien lansia, khususnya mereka yang memiliki usia sangat lanjut.

Prosedur berjalan lancar. Setelah operasi, Popo dirawat sementara di high dependency ward untuk pemantauan ketat, sebelum dipindahkan kembali ke ruang perawatan biasa.

Keesokan harinya, dengan dukungan fisioterapis dan tim rehabilitasi, Popo sudah dapat berdiri dan mulai mengambil beberapa langkah menggunakan walking frame. Dalam waktu sekitar 48 jam setelah operasi, ia berhasil kembali berjalan dengan bantuan.

Mengapa Penanganan Cepat Penting pada Cedera Pinggul Lansia?

Cedera pinggul pada lansia tidak boleh dianggap ringan. Pada banyak kasus, patah tulang pinggul dapat berdampak besar terhadap kemampuan bergerak dan kualitas hidup pasien.

Ketika seorang lansia tidak dapat berjalan dan harus berbaring terlalu lama, risiko komplikasi akan meningkat. Beberapa risiko yang dapat terjadi meliputi:

  • Infeksi paru-paru akibat kurang bergerak
  • Luka tekan karena terlalu lama berbaring
  • Penurunan kekuatan otot
  • Gangguan buang air besar dan fungsi tubuh lain
  • Hilangnya kemandirian
  • Penurunan kondisi umum secara cepat

Karena itu, pada kasus yang sesuai, intervensi dini dapat menjadi kunci untuk membantu pasien kembali bergerak. Namun, setiap pasien tetap harus dinilai secara individual. Tidak semua pasien lansia memiliki kondisi yang sama, dan keputusan operasi harus mempertimbangkan kondisi medis, risiko anestesi, kemampuan pemulihan, serta dukungan keluarga.

Peran Keluarga dalam Pemulihan Popo

Salah satu faktor penting dalam pemulihan Popo adalah dukungan keluarganya. Anak, cucu, dan cicitnya hadir mendampingi, memberikan semangat, dan membantu proses komunikasi dengan tim medis.

Bagi pasien lansia, dukungan emosional sering kali sama pentingnya dengan perawatan medis. Kehadiran keluarga dapat membantu pasien merasa lebih tenang, percaya diri, dan termotivasi untuk mengikuti proses rehabilitasi.

Dalam kasus Popo, semangat untuk kembali berjalan juga datang dari dirinya sendiri. Ia ingin bangkit, bergerak, dan kembali menjalani kehidupannya bersama keluarga.

Komitmen Sunway Medical Centre dalam Perawatan Lansia dan Ortopedi

Keberhasilan kasus ini mencerminkan pentingnya pendekatan medis yang terintegrasi, terutama dalam menangani pasien lansia dengan cedera serius. Di Sunway Medical Centre, pasien dengan patah tulang pinggul tidak hanya ditangani dari sisi operasi, tetapi juga melalui penilaian menyeluruh, manajemen risiko, rehabilitasi, dan dukungan pascaoperasi.

Melalui kolaborasi antara dokter spesialis ortopedi, geriatri, anestesi, rehabilitasi medis, perawat, fisioterapis, dan keluarga pasien, tujuan perawatan menjadi lebih jelas: membantu pasien pulih dengan aman, mengurangi risiko komplikasi, dan mempertahankan kualitas hidup.

Kisah Popo menjadi contoh bahwa dalam kondisi yang tepat, usia bukan satu-satunya penentu keberhasilan perawatan. Dengan penanganan cepat, evaluasi menyeluruh, teknologi medis yang tepat, dan dukungan keluarga, pasien lansia tetap memiliki peluang untuk kembali bergerak dan menjalani hari-harinya dengan lebih baik.

Ingin Membuat Janji dengan Sunway Medical Centre

Untuk konsultasi dengan dokter spesialis kami atau mendapatkan informasi mengenai layanan ortopedi dan perawatan pasien internasional di Sunway Medical Centre, silakan hubungi kami melalui WhatsApp di +6019-2009191 atau email ke[email protected]..

  Kembali

Artikel Kesehatan Lainnya