Mengupas Tuntas Sembelit Kronis: Panduan Dokter Spesialis Gastroenterologi untuk Mendapatkan Kelegaan yang Nyata
20/08/2026

Mengejan di toilet. Rasa tidak nyaman karena tidak dapat buang air besar sampai tuntas. Feses yang keras, menggumpal, dan sulit dikeluarkan. Terdengar familiar? Ini adalah gejala khas sembelit. Kemungkinan besar, Anda pernah mengalami satu atau beberapa gejala tersebut setidaknya sekali dalam hidup.
Sembelit merupakan salah satu keluhan pencernaan paling umum dan dapat dialami oleh orang dari segala usia. Banyak penderita sembelit kronis memilih diam dan tidak pernah mencari pertolongan. Namun, penting untuk diketahui: sembelit bukanlah kondisi yang harus terus Anda alami.
Dalam artikel ini, Datin Dr Wendy Lim Wan Dee, Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, membantu kita memahami sembelit, penyebabnya, serta cara menanganinya secara efektif.
Apa Itu Sembelit?
Menurut Datin Dr Wendy, frekuensi buang air besar yang normal berkisar dari setidaknya tiga kali seminggu hingga tidak lebih dari tiga kali sehari. Sembelit secara umum didefinisikan sebagai kesulitan buang air besar, jarang buang air besar, atau pengeluaran feses yang tidak tuntas, dengan frekuensi kurang dari tiga kali seminggu.

Gejala utama sembelit lainnya meliputi:
- Mengejan saat buang air besar
- Merasa buang air besar belum tuntas
- Feses keras dan menggumpal
- Merasa terdapat sumbatan di rektum
- Perlu membantu mengeluarkan feses secara manual (menggunakan jari)
Sembelit dianggap kronis jika berlangsung selama setidaknya 3 bulan atau lebih.
Memahami Jenis-Jenis Sembelit
Tidak semua sembelit sama. Datin Dr Wendy menjelaskan bahwa sembelit kronis secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua jenis utama. Mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya sangat penting karena membantu dokter spesialis gastroenterologi merekomendasikan pengobatan sembelit yang paling tepat dan efektif.
Jenis pertama disebabkan oleh faktor eksternal. Hal ini dapat terjadi akibat obat-obatan tertentu, kondisi medis yang mendasari, atau kebiasaan hidup seperti kurang minum air, kurang mengonsumsi serat, atau kurang aktif secara fisik.
Jenis kedua terjadi ketika terdapat gangguan fungsi pada usus besar itu sendiri. Jenis ini dapat dibagi lagi menjadi tiga kondisi yang umum:
- Sembelit transit lambat: Kondisi ini terjadi ketika feses bergerak terlalu lambat melalui usus sehingga buang air besar menjadi jarang.
Sindrom iritasi usus besar (IBS): Gangguan saluran pencernaan yang dapat menyebabkan sembelit, disertai gejala seperti perut kembung, nyeri perut, dan diare.
Gangguan evakuasi feses: Kondisi ini terjadi ketika otot yang digunakan untuk buang air besar tidak berfungsi dengan baik sehingga usus sulit dikosongkan sepenuhnya.
Apa Penyebab Gangguan Evakuasi Feses?
Dari ketiga kondisi tersebut, gangguan evakuasi feses adalah kondisi yang paling sering diabaikan dan luput terdiagnosis.
Bagi sebagian besar orang, buang air besar merupakan refleks alami. Ketika Anda mengejan, otot di sekitar rektum dan anus akan mengendur secara otomatis sehingga feses dapat keluar dengan mudah.

Namun, Datin Dr Wendy menjelaskan bahwa pada penderita gangguan evakuasi feses, proses ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mereka sering mengejan dan mendorong berulang kali. Alih-alih mengendur, otot justru menegang sehingga feses semakin sulit dikeluarkan dan usus tidak dapat dikosongkan sepenuhnya.
“Kondisi ini dapat diibaratkan seperti tube pasta gigi yang tutup ulirnya masih terpasang. Jika tutupnya tidak dibuka dan tube dipencet, tidak ada yang akan keluar. Ketika tutupnya dibuka, pasta gigi dapat keluar,” jelasnya.
Datin Dr Wendy juga menyampaikan bahwa sepertiga kasus sembelit kronis mungkin disebabkan oleh gangguan evakuasi feses, yang tidak dapat didiagnosis melalui kolonoskopi biasa.
Beberapa kemungkinan penyebab gangguan evakuasi feses meliputi:
- Kehamilan dan persalinan pervaginam
- Trauma atau cedera pada dasar panggul
- Kebiasaan menahan buang air besar dalam jangka panjang
- Kebiasaan mengejan di toilet
Apakah Sembelit Kronis Dapat Diobati?
Untuk sembelit kronis, pasien biasanya terlebih dahulu disarankan meningkatkan asupan serat makanan dan cairan, serta melakukan perubahan gaya hidup seperti lebih banyak berolahraga.
Suplemen serat juga dapat direkomendasikan untuk membantu merangsang pergerakan usus, terutama bagi penderita sembelit transit lambat. Namun, jika langkah tersebut tidak efektif, dokter mungkin meresepkan obat-obatan dan obat pencahar.
Jika pengobatan konvensional di atas belum memberikan kelegaan, masih ada pilihan lain.
Melalui Constipation Clinic di Sunway Medical Centre, Sunway City, Datin Dr Wendy dan timnya menggabungkan pemeriksaan diagnostik lanjutan dan terapi khusus untuk mengidentifikasi serta menangani akar penyebab sembelit.
Salah satu pengobatan yang beliau soroti adalah terapi biofeedback anorektal, yang memiliki tingkat keberhasilan hingga 80 persen pada pasien dengan gangguan evakuasi feses.
Terapi fisik khusus ini berfokus pada otot dasar panggul dan membantu pasien mengoordinasikan tekanan perut dengan relaksasi dasar panggul untuk memulihkan pola buang air besar normal. Terapi ini menggunakan alat khusus bernama manometri anorektal untuk mengukur koordinasi otot, sensitivitas rektum, serta pola tekanan di rektum dan sfingter anus.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, fisioterapis akan membimbing pasien untuk mengendurkan dan mengencangkan otot yang tepat pada waktu yang tepat saat berada di toilet, sambil memantau perkembangannya.
“Latihan akan disesuaikan dengan masalah spesifik pasien, baik berupa lemahnya dorongan otot perut, kesulitan mengejan, maupun kesulitan mengendurkan otot,” tambahnya.
Anda Tidak Perlu Terus Hidup dengan Sembelit
Sembelit memang umum terjadi, tetapi tidak harus menjadi kondisi normal dalam hidup Anda. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat di Constipation Clinic kami, yang dipimpin oleh dokter spesialis pencernaan berpengalaman, penyebab yang mendasarinya dapat diidentifikasi dan ditangani secara efektif. Kelegaan jangka panjang dari sembelit kronis bukan hanya mungkin, tetapi dapat dicapai.
Jangan biarkan sembelit mengendalikan hidup Anda lebih lama lagi. Klik di sini untuk menjadwalkan konsultasi dengan Datin Dr. Wendy Lim Wan Dee, Konsultan Gastroenterologi & Hepatologi hari ini.
Kembali